Sabtu, 02 Juni 2012

Resep Obat Tradisional Penurun Panas


Obat Tradisional Penurun Panas Demam
 Obat Tradisional Penurun Panas Demam
Banyak orangtua panik bila mendapati suhu tubuh anaknya di atas rata-rata atau sering disebut demam. Sebagai pertolongan pertama, umumnya diberikan obat penurun panas yang berbahan kimia seperti golongan parasetamol, asam salisilat, ibuprofen, dan lain-lain. Jarang sekali orangtua yang langsung teringat memberikan obat-obatan tradisional.


Padahal, obat-obatan tradisional yang berasal dari tanaman obat ini tak kalah ampuhnya sebagai pengusir demam. Malah, obat-obatan tradisional memiliki kelebihan, yaitu toksisitasnya relatif lebih rendah dibanding obat-obatan kimia. Jadi, relatif lebih aman, bahkan tidak ada efek samping bila penggunaannya benar. Soalnya, kandungan tanaman obat bersifat kompleks dan organis sehingga dapat disetarakan dengan makanan, suatu bahan yang dikonsumsi dengan maksud merekonstruksi organ atau sistem yang rusak. Selain itu, harganya pun lebih murah.


Tiga Jenis Demam
Namun, sebelum mengenal lebih jauh tentang tanaman obat penurun panas, perlu dipahami lebih dulu pengertian demam.. Demam pada anak dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1.         Demam karena infeksi yang suhunya bisa mencapai lebih dari 38°C. Penyebabnya beragam, yakni infeksi virus (seperti flu, cacar, campak, SARS, flu burung, demam berdarah, dan lain-lain) dan bakteri (tifus, radang tenggorokan, dan lain-lain).
2.         Demam noninfeksi, seperti kanker, tumor, atau adanya penyakit autoimun seseorang (rematik, lupus, dan lain-lain).
3.         Demam fisiologis, seperti kekurangan cairan (dehidrasi), suhu udara yang terlalu panas, dan lain-lain.
Nah, dari ketiganya, hanya demam yang disebabkan oleh infeksi dan noninfeksi sajalah yang memerlukan obat penurun panas. Untuk mempercepat proses penurunan panasnya, selain ramuan tradisional yang diminum, dapat juga diberikan baluran atau kompres untuk membantu.

Akan halnya demam fisiologis, tak diperlukan obat-obatan penurun panas karena umumnya jarang melebihi 38°C. Untuk menurunkan suhu tubuh, cukup diberikan minum yang banyak dan diusahakan berada dalam ruangan berventilasi baik atau berpendingin.
Aneka Obat Tradisional Penurun Panas
Inilah beberapa pilihan obat penurun panas tradisional yang dapat dicoba. Penting diperhatikan, dosis yang tercantum pada ramuan berikut adalah dosis untuk orang dewasa. Bila ingin diberikan kepada anak, bacalah aturan dosis bagi anak dan sesuaikan dengan tingkatan usianya. (Lihat boks: Dosis Aman untuk Anak.)
lempuyang

1. Lempuyang Emprit (Zingiber amaricans) 
Memiliki kandungan senyawa minyak atsiri, yaitu sekuiterpenketon yang bermanfaat untuk menurunkan panas. Umumnya yang digunakan adalah rimpangnya; warnanya putih kekuningan dan rasanya pahit.
Caranya: Cuci bersih 10 gram umbi lempuyang emprit. Parut dan tambahkan 1/2 gelas air panas, aduk rata. Setelah dingin, peras, ambil sarinya. Campur dengan 2 sendok makan (sdm) madu bunga kapuk, aduk rata. Berikan 3 kali sehari.


kunyit

2. Kunyit (Curcuma longa)
Memiliki kandungan minyak atsiri, curcumin, turmeron dan zingiberen yang dapat bermanfaat sebagai antibakteri, antioksidan, dan antiinflamasi (anti-peradangan) . Selain sebagai penurun panas, campuran ini juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Umumnya yang digunakan adalah rimpangnya; warnanya oranye.
Caranya: Cuci bersih 10 gram umbi kunyit. Parut dan tambahkan 1/2 gelas air panas, aduk rata. Setelah dingin, peras, ambil sarinya. Tambahkan dengan perasan 1/2 buah jeruk nipis. Campur dengan 2 sdm madu bunga kapuk, aduk rata. Bagi menjadi 3 bagian campuran madu dan kunyit ini, kemudian berikan 3 kali sehari.

sambiloto


3. Sambiloto (Andrographis paniculata)
Seluruh bagian tanamannya dapat digunakan. Memiliki kandungan andrografolid lactones (zat pahit), diterpene, glucosides dan flavonoid yang dapat menurunkan panas. Bahkan pada tahun 1991 pernah diadakan penelitian di Thailand bahwa 6 g sambiloto per hari sama efektifnya dengan parasetamol.
Caranya: Rebus 10 gram daun sambiloto kering, 25 g umbi kunyit kering (2,5 ibu jari), dan 200 cc air.. Rebus hingga mendidih dan airnya tinggal 100 cc, kemudian saring. Setelah hangat, tambahkan 100 cc madu bunga kapuk atau mahoni, aduk rata. Bagi menjadi 3 bagian, berikan 3 kali sehari.
pegagan

4. Pegagan (Centella asiatica L.)
Tumbuhan yang dikenal pula dengan nama daun kaki kuda ini tumbuh merayap menutupi tanah. Daunnya berwarna hijau dan berbentuk seperti kipas ginjal. Memiliki kandungan triterpenoid, saponin, hydrocotyline, dan vellarine. Bermanfaat untuk menurunkan panas, revitalisasi tubuh dan pembuluh darah serta mampu memperkuat struktur jaringan tubuh. Pegagan juga bersifat menyejukkan atau mendinginkan, menambah tenaga dan menimbulkan selera makan.
Caranya : Rebus 1 genggam pegagan segar dengan 2 gelas air hingga mendidih dan airnya tinggal 1 gelas. Bagi menjadi 3 bagian dan diminum 3 kali sehari.

temulawak

5. Temulawak (Curcuma xanthorhiza Roxb.)
Penampilan temulawak menyerupai temu putih, hanya warna bunga dan rimpangnya berbeda. Bunga temulawak berwarna putih kuning atau kuning muda, sedangkan temu putih berwarna putih dengan tepi merah. Rimpang temulawak berwarna jingga kecokelatan, sedangkan rimpang bagian dalam temu putih berwarna kuning muda.

Temulawak memiliki zat aktif germacrene, xanthorrhizol, alpha betha curcumena, dan lain-lain. Manfaatnya sebagai antiinflamasi (antiperandangan) , antibiotik, serta meningkatkan produksi dan sekresi empedu. Temulawak sejak dahulu banyak digunakan sebagai obat penurun panas, merangsang nafsu makan, mengobati sakit kuning, diare, mag, perut kembung dan pegal-pegal.
Caranya : Cuci bersih 10 gram rimpang temulawak. Parut dan tambahkan 1/2 gelas air panas, aduk rata. Setelah dingin, peras, ambil sarinya. Campur dengan 2 sdm madu bunga kapuk, aduk rata. Bagi menjadi 3 campuran madu dan temulawak, kemudian berikan 3 kali sehari.

bawang merah

6. Bawang merah (Allium cepa L.)
Bawang merah sering digunakan sebagai bumbu dapur. Memiliki kandungan minyak atsiri, sikloaliin, metilaliin, kaemferol, kuersetin, dan floroglusin.
Caranya: Kupas 5 butir bawang merah. Parut kasar dan tambahkan dengan minyak kelapa secukupnya, lalu balurkan ke ubun-ubun dan seluruh tubuh.

kembang sepatu

7. Daun kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis)
Selain daun kembang sepatu, Anda juga dapat memanfaatkan daun kapuk atau daun sirih. Kembang sepatu mengandung flavonoida, saponin dan polifenol. Daun kapuk mengandung flavonoida, saponin dan tanin.. Daun sirih mengandung flavonoida, saponin, polifenol, dan minyak atsiri.
Caranya: Cuci bersih daunnya, keringkan dengan lap bersih, panaskan sebentar di atas api agar lemas. Remas-remas sehingga lemas, olesi dengan minyak kelapa, kompreskan pada perut dan kepala.


meniran

8. Meniran (Phyllanthus niruri L.)
Tinggi tanamannya mencapai 1 meter, tumbuh liar, daunnya berbentuk bulat tergolong daun majemuk bersirip genap. Seluruh bagian tanaman ini dapat digunakan. Memiliki kandungan lignan, flavonoid, alkaloid, triterpenoid, tanin, vitamin C, dan lain-lain. Bermanfaat untuk menurunkan panas dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Caranya: Rebus 1 genggam meniran segar dengan 2 gelas air hingga mendidih dan airnya tinggal 1 gelas. Bagi menjadi 3 bagian dan diminum 3 kali sehari.



9. Air kelapa muda
Air kelapa muda banyak mengandung mineral, antara lain kalium. Pada saat panas, tubuh akan mengeluarkan banyak keringat untuk menurunkan suhu tubuh. Nah, untuk menggantikan keringat yang keluar, perbanyaklah minum air kelapa.
---------------------
Itulah beberapa pilihan obat tradisional penurun panas demam yang dapat dicoba. Penting diperhatikan, dosis yang tercantum pada ramuan di atas adalah dosis untuk orang dewasa.
Bila Obat tradisional penurun panas tersebut  ingin diberikan kepada anak, bacalah aturan dosis bagi anak dan sesuaikan dengan tingkatan usianya.

Dosis Aman untuk Anak
Penggunaan tanaman obat dengan dosis yang tepat tidak akan menimbulkan efek samping dan aman.. Berikut dosis yang direkomendasikan untuk anak:
·                     Bayi 1/8 dosis dewasa
·                     2-5 tahun 1/4 dosis dewasa
·                     6 -9 tahun 1/3 dosis dewasa
·                     10-13 tahun 1/2 dosis dewasa
·                     14-16 tahun 3/4 dosis dewasa





Daun Cincau Penurun Panas untuk Kesehatan Anak
Daun Cincau Penurun Panas untuk Kesehatan Anak
Kesehatan anak tentu menjadi prioritas utama para orang tua. Dan salah satu indikator kesehatan anak adalah suhu tubuhnya. Kalau anak panas, artinya tubuh anak tersebut sedang melakukan upaya perlawanan terhadap suatu penyakit karena memang panas tubuh yang tinggi pada seorang anak hanya merupakan gejala penyakit.
Sebelum orang tua berupaya lebih jauh untuk mengetahui penyebab panas tubuh tinggi pada anak, upaya pertama yang dilakukan dalam menjaga kesehatan anak tersebut tentunya dengan menurunkan panas tubuh anak tersebut. Banyak cara untuk menurunkan panas badan anak, misal dengan mengkompres anak, memberi obat dari dokter, maupun memberi obat tradisional.
Obat tradisional umumnya berdampak positif bagi kesehatan anak dalam jangka panjang karena tidak mengandung efek samping. Karena itu, dewasa ini banyak orang tua beralih ke obat-obat tradisional untuk menjaga kesehatan anak. Salah satu obat tradisional penurun panas badan anak adalah daun cincau. Oleh karena itu sangat disarankan untuk menanam daun cincau di lingkungan rumah demi kesehatan anak.
Berikut ini adalah resep obat daun cincau penurun panas untuk menjaga kesehatan anak:
1.    Daun cincau sebanyak 2 (dua) lembar disiapkan lalu 3 (tiga) sendok makan air matang ditambahkan pada daun cincau tersebut.
2.    Daun cincau yang sudah diberi air matang lalu diremas-remas sampai airnya mengental dan warnanya menjadi hijau.
3.    Air remasan daun cincau tersebut lalu disaring, hasilnya kira-kira menjadi 2 (dua) sendok makan air cincau.
4.    Air cincau yang sudah disaring tadi sebaiknya segera diminumkan pada anak yang sakit karena jika terlalu lama dibiarkan maka air cincau akan makin kental sehingga agak susah untuk ditelan, terlebih bagi anak yang sedang sakit.
5.    Air cincau ini bisa diminumkan setiap 4 (empat) jam sekali atau bisa juga 3 (tiga) kali sehari tergantung seberapa tinggi panas tubuh yang diderita anak tersebut.
Untuk diketahui, air cincau ini rasanya hambar hampir seperti air putih, sehingga umumnya tidak akan ada kesulitan dalam memberikannya ke anak yang sedang sakit. Namun jika dikehendaki untuk memberi rasa manis, air perasan daun cincau ini bisa dicampur dengan sedikit madu, apalagi madu pun punya khasiat bagus untuk kesehatan tubuh. Jadi kombinasi air cincau dan madu sangat bagus untuk menjaga kesehatan anak.

 

Alternatif Obat Penurun Panas Alami
Ramuan Herbal “Bawang Merah +Serai + Gula Jawa”

Duluuu sekali, 15 tahun yang lalu, anak sulung saya sering kali terkena demam. Demam memang penyakit yang biasa dialami oleh balita. Mau tumbuh gigi…, demam. Mau pilek…, demam. Masuk angin…, demam. Saking takutnya memberi obat kimia karena terlalu sering demam, saya jadi putar otak mencari tahu cara apa yang bisa dilakukan untuk mengobati demam selain kompres.
Kebetulan, seorang tetangga yang juga jadi teman ngobrol saya, memberi resep ramuan herbal yang, setelah saya coba, ternyata manjur untuk mengobati demam anak-anak balita. Penggunaan resep penurun panas ini bahkan berlangsung sampai ke anak bungsu saya, anak yang ketiga. Resep itu adalah :
· 3 siung bawang merah, dibakar sampai layu.
· 2 batang serai, dimemarkan.
· 1 gelas air putih
· Gula jawa secukupnya.
Cara pembuatan ramuan adalah dengan merebus semua bahan yang telah dipersiapkan dengan api kecil dalam sebuah panci, lalu membiarkan jumlah air rebusan itu terus menyusut sampai ½ dari banyak air semula (dari 1 gelas menjadi hanya ½ gelas).
Ramuan herbal ini lalu diminumkan ke anak kita yang sedang sakit sesendok demi sesendok, sesuai dengan kemampuan anak meminumnya. Karena ramuan ini adalah ramuan herbal, memang tidak ada batasan yang baku untuk dosis yang bisa diberikan. Tapi untuk anak-anak yang berumur 1 hinggai 2 tahun, kita bisa memberi paling tidak dua sendok makan untuk sekali minum. Untuk penderita demam yang berusia di bawah 1 tahun, sebaiknya berobat ke dokter saja. Meskipun kita juga dapat menggunalkan ramuan herbal ini sebagai tambahan agar dapat menambah cepatnya pemulihan kesehatan si anak. Yang penting, cara pembuatannya harus higienis.
Khasiat ramuan herbal “bawang merah + serai + gula jawa” ini biasanya akan memberikan reaksi tak berselang lama setelah diminumkan kepada si kecil. Di samping rasanya yang enak (mirip wedang jahe, tapi tidak begitu pedas), ramuan ini juga dapat membantu cepat pulihnya stamina si kecil karena mengandung “fruktosa” dan “glukosa” dari gula jawa yang dapat memberikan energi pada tubuh.

bawang meraha. Bawang Merah
Bawang Merah atau dalam Bahasa Latin kita sebut Allium cepa var. aggregatum, merupakan tanaman semusim yang memiliki umbi berlapis, berakar serabut, dengan daun berbentuk silinder berongga. Umbi bawang merah terbentuk dari pangkal daun yang bersatu dan berbentuk batang yang berubah fungsi, membersar, dan akhirnya membentuk umbi berlapis.
Banyak zat yang terkandung dalam Bawang Merah. Komposisi zat-zat itu di antaranya adalah minyak atsiri, sikloaliin, metilaliin, dihridroaliin, flavonglikosida, keursetin, saponin, peptida, fitohormon, vitamin, dan zat pati.
sereh b. Serai
Serai atau dalam Bahasa Latin kita sebut Cymbopogon citratus, merupakan tanaman yang tergolong dalam keluarga rumput-rumputan. Tanaman ini dapat tumbuh rimbun dan berumpun besar, serta memiliki aroma yang kuat dan wangi. Dalam hidupnya, tanaman tahunan ini dapat tumbuh sampai mencapai ketinggian 1,2 meter.
Dari seluruh bagian tanaman Serai, bagian batang bawah adalah bagian yang paling panyak terdapat kandungan zat yang berguna bagi kesehatan manusia. Dalam batang bawah inilah, kita dapat menemukan kelenjar minyak yang dapat memproduksi minyak atsiri. Bau wangi juga dapat didapatkan dengan cara menyuling tanaman serai, dan sering kali aroma ini dipergunakan untuk bahan untuk pembuatan minyak wangi.
c. Gula jawa
gulajawa
Gula Jawa adalah sejenis gula yang didapat dari proses penyadapan nira bunga kelapa, yang kemudian dimasak di atas api, hingga air nira itu berubah sifat menjadi kental dan berwarna kecoklatan. Sebagai gula, rasa yang dihasilkan oleh gula jawa bukan hanya manis semata, tetapi juga memberikan rasa gurih. Hal ini dikarenakan oleh jenis gula yang dihasilkan mengandung dua unsur yaitu fruktosa dan glukosa.
Gula jawa diketahui mengandung banyak zat, di antaranya Thiamine, Riboflavin, Nicotinic Acid, Ascorbic Acid, Protein, dan Vitamin C.
Dari kupasan tiap komponen yang digunakan dalam ramuan herbal “Bawang Merah + Serai + Gula Jawa” di atas, dapatlah kita simpulkan bahwa baik Bawang Merah maupun Serai memiliki unsur kandungan minyak atsiri yang sangat menentukan bagi kesembuhan penderita demam. Hal ini disebabkan karena minyak atsiri adalah unsur yang telah dikenal secara luas sebagai zat yang bersifat anti bakteri dan anti radang. Sedangkan unsur flavonoid pada Bawang Merah bahkan lebih hebat lagi, karena memiliki efek sebagai anti bakteri, anti alergi, anti radang, bahkan sebagai anti kanker. Untuk diketahui, demam adalah gejala umum yang selalu timbul pada seseorang, ketika orang itu sedang mengalami sejenis peradangan/infeksi di dalam tubuhnya. Sedangkan peranan gula jawa pada ramuan ini adalah sebagai unsur pemberi energi pengganti bagi tubuh si sakit, di samping juga sebagai sumber vitamin yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit. Maka nyata sudah, ramuan herbal ini dapat disebut sebagai obat alternatif penurun panas.
Bagi anda yang ingin mencoba, silakan menggunakannya untuk membantu mengatasi demam anak balita anda. Tapi bila sakit berlanjut, dan temperatur anak anda tidak kunjung turun setelah meminum 1 kali rebusan ramuan ini, segeralah membawa anak anda ke dokter terdekat.

Obat Obatan Tradisional Penurun Panas Batuk Dan Pilek Untuk Anak 
1. Penurun panas, batuk dan pilek
·         Ambil bawang merah , kupas kemudian di parut, tambahkan minyak telon, dengan cara di balurkan pada punggun dampai bagian pantat sambil sedikit di urut juga pusar dan ubun ubun.
·         Untuk ramuan diminum, cara pembuatannya : air kelapa 1 cangkir di tambah dengan 1 sendok teh madu, aduk , lalu kukus. Tunggulah dingin dahulu , kemudian berikan pada anak sebanyak 2 sendok teh setiap 2 jam sekali. Ramuan ini di khususkan untuk anak berumur 8 bulan ke atas.
·         Pada anak yang agak besar bisa digunakan ramuan minum berupa air kunyit dan madu. Ambil setengah sampai 1 ruas jari kunyit yang sudah bersihdibakar, di kerik kulitnya, diparut, lalu dib eri air matang setengah cangkir, peras dan diendapkan terlebih dahulu. Pisahkan air tersebut dari endapannya dan campurkan kocokan 1 butir kuning telur serta 1 sendok makan madu, kemudian di suapkan pada anak. Ramuan ini dipergunakan sebagai penurun panas seperti sakit pada cacar air, flu, atau apa saja.
2. Mengatasi Pilek
·         Dengan menggunakan bawang merah yang diparut dan di tapelkan pada tulang leher ketujuh atau pada bagian tengkuk dan ubun ubun anak setelah sebelumnya di olesi minyak kayu putih.
·         Berilah minuman yang hangat hangat seperti beras kencur. Selain itu, jemur anak di bawah sinar matahari pagi sekitar jam 7 atau masih dibawah jam 9 pagi. Sambil berjalan jalan pagi panaskan bagian dada 1/4 jam dan bagian punggung 1/4 jam.
3. Batuk
·         Air jaruk nipis 1 sendok makan, madu 2 sendok makan , dan air matang 2 sendok makan. Campurkan bahan ke dalam cangkir, kukus dan setelah dingin minumkan pada anak sebanyak 102 sendok teh berikan sehari 5 kali.
4. Batuk seratus hari
·         Sediakan umbi bidara upas sebesar setengah jempol , pastikan bersih ya, parut dan seduh dengan air panas lalu aduk dan dinginkan. Saring dan tambahkan sedikit madu. Minum sampai habis.
·         Bisa juga dengan lidah buaya yang dikupas kulitnya dan ambil bagian dagingnya sebanyak dua jari, kemudian di cacah. Tambahkan air hangat dan madu , lalu diminumkan pada anak 1-2 kali sehari.
5. Batuk Berlendir
·         Buatlah dan campurkan air jahe 1 sendok makan, ar kunyit 1 sendok makan, bawang putih 1 siung diparut, air jeruk nipis 1 sendok makan, madu 1 sendok makan, dan 3 sendok makan air matang, kemudian dikukus. Diminumkan 2-4 kali sehari 2 sendok teh.
6. Batuk karena angin atau dahak susah keluar.
·         Ambil 1 butir bawang merah diparut, 1 ruas jari jahe diparut dan diperas airnya,7 butir adas manis, 1ruas jari kunyit diparut dan diperas airnya, 1 sendok makan air jeruk nipis, dan 1/2 gelas air. Masukkan semua bahan di cangkir, kemudian kukus dan disaring. Minum 3 kali sehari masing-masing 2 sendok teh.


2 komentar:

Poskan Komentar